Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

Saturday, August 13, 2011

Anugrah yg Indah


Pada suatu hari ada seorang gadis buta yg sangat membenci dirinya sendiri. Karena kebutaannya itu. Tidak hanya terhadap dirinya sendiri, tetapi dia juga membenci semua orang kecuali kekasihnya.

Kekasihnya selalu ada disampingnya untuk menemani dan menghiburnya. Dia berkata akan menikahi gadisnya itu kalau gadisnya itu sudah bisa melihat dunia.

Suatu hari, ada seseorang yang mendonorkan sepasang mata kepada gadisnya itu Yang akhirnya dia bisa melihat semua hal, termasuk kekasih gadisnya itu .

Kekasihnya bertanya kepada gadisnya itu , ” Sayangggg … sekarang kamu sudah bisa melihat dunia. Apakah engkau mau menikah denganku?” Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya itu ternyata buta. Dan dia menolak untuk menikahi si pria pacar-nya itu yg selama ini sudah sangat setia sekali mendampingi hidupnya selama si gadis itu buta matanya.

Dan akhirnya si Pria kekasihnya itu pergi dengan meneteskan air mata, dan kemudian menuliskan sepucuk surat singkat kepada gadisnya itu, “Sayangku, tolong engkau jaga baik-baik ke-2 mata yg telah aku berikan kepadamu.”

* * * * *

Kisah di atas memperlihatkan bagaimana pikiran manusia berubah saat status dalam hidupnya berubah. Hanya sedikit orang yang ingat bagaimana keadaan hidup sebelumnya dan lebih sedikit lagi yang ingat terhadap siapa harus berterima kasih karena telah menyertai dan menopang bahkan di saat yang paling menyakitkan.

Hari ini sebelum engkau berpikir untuk mengucapkan kata- kata kasar Ingatlah akan seseorang yang tidak bisa berbicara.

Sebelum engkau mengeluh mengenai cita rasa makananmu, Ingatlah akan seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum engkau mengeluh tentang suamimu, ingatlah akan seseorang yang menangis kepada Tuhan untuk meminta penyembuhan sehingga suaminya TIDAK LUMPUH seumur hidup.

Hari ini sebelum engkau mengeluh tentang hidupmu, Ingatlah akan seseorang yang begitu cepat pergi ke alam kubur dengan masih menyertakan kemiskinannya.

Sebelum engkau mengeluh tentang anak-anakmu Ingatlah akan seseorang yang begitu mengharapkan kehadiran seorang anak, tetapi tidak mendapatnya.

Dan ketika engkau lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu Ingatlah akan para penganguran, orang cacat dan mereka yang menginginkan pekerjaanmu.

Dan ketika beban hidup tampaknya akan menjatuhkanmu, pasanglah senyuman di wajahmu dan berterima kasihlah pada Tuhan karena engkau masih hidup dan ada di dunia ini.

Hidup adalah anugerah, syukurilah, jalanilah, nikmatilah dan isilah hidup ini dengan sesuatu yg bermanfaat untuk umat manusia.

NIKMATILAH dan BERI YANG TERBAIK DI SETIAP DETIK DALAM HIDUPMU, KARENA ITU TIDAK AKAN TERULANG LAGI untuk waktumu selanjutnya !!!

Prinsip kesuksesan via aturan


Segala sesuatu ada aturannya. Aturan dibuat agar semua berjalan dengan baik menuju kepada kesuksesan. Aturan di setiap kota dan negara berbeda-beda, misalnya : di Amerika, orang mengendarai mobil dengan setir di sebelah kiri, sedangkan di Indonesia di sebelah kanan.

Apabila ke restoran, di Amerika pengunjung menunggu dulu di depan pintu kemudian akan dicarikan dan diantarkan ke tempat duduk.

Akan tetapi di Indonesia pengunjung bisa langsung masuk dan mencari tempat duduk yang kosong. Di Amerika, orang wajib memberikan tip kepada pelayan yang sudah membantu melayani kita baik di hotel, restoran dll. Namun di Indonesia memberikan tip bukanlah suatu kewajiban.

Untuk menjadi orang sukses pun ada aturannya. Aturan apa sajakah yang dimiliki orang sukses? Ada empat aturan penting, yaitu :

THE LAW OF HONOR (Aturan Memberi Hormat)

Sukses atau gagal hidup kita ditentukan oleh pilihan kita: siapa yang kita hormati, Tuhan atau setan, orang bijak atau orang jahat? Orang yang kagum (hormat) kepada setan, misalnya : pakai jimat, suka dengan cerita-cerita mistik/horor, pergi ke tempat keramat. Sedangkan orang yang kagum (hormat) kepada Tuhan, ia akan intim dengan Tuhan, suka baca firman, datang ibadah pengurapan, kagum kuasa Yesus.

THE LAW OF TWO (Aturan tentang Berdua)

Seorang diri dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan (Pengkotbah 4:12). Satu orang dapat mengalahkan seribu musuh, berdua dapat menghancurkan berlaksa-laksa. Tuhan hadir ketika dua orang berdoa bersama dalam nama Yesus. Bahkan ketika Yesus mengutus murid-muridNya, mereka diutus berdua-berdua. Kita memerlukan pendamping baik di dalam bisnis, keluarga maupun dalam pelayanan kita.

THE LAW OF PLACE (Aturan tentang Tempat)

Ketika kekeringan, Tuhan menunjuk tempat bagi nabi Elia yaitu Sarfat untuk mendapat pemerliharaan. Di Sarfat ia dipelihara Tuhan melalui seorang janda. Ia mendapatkan keuntungan karena berada di tempat yang tepat (I Raja 17:1-6). Sedangkan ketika seseorang berada di tempat yang tidak tepat akan membawa kerugian besar. Misalnya ketika Yunus di suruh Tuhan ke Niniwe ia malah pergi ke Tarsus. Orang benar seharusnya berada di tempat yang benar, seperti ikan tidak akan dapat berbuat apa-apa jika di darat, tetapi di dalam air (tempat yang tepat) keahliannya tampak nyata.

THE LAW OF SEED (Aturan tentang Benih)

Alam berlaku hukum (aturan) ini, yaitu setiap benih yang ditabur akan dituai. Surga juga mengetahu aturan ini. Ketika Yesus (Putera Allah) ditabur bagi dunia, maka surga menuai putera-putera, keluarga, dan bangsa-bangsa untuk masuk ke surga. Semua petani percaya aturan benih ini (2 Korintus 9:6). Seorang janda Sarfat menabur di tengah kekeringan dan akhirnya  ia menuai. Tepung dan minyak di buli-bulinya tidak berkurang (I Raja 17:7-16). Setelah menabur, kita harus memiliki tiga hal ini yaitu : Keyakinan, bahwa apa yang ditabur pasti akan dituai; Pengharapan, kita terus berharap kepada Tuhan; dan Kesabaran, untuk menunggu hasil yang akan dituai. Kita akan menuai sesuai dengan ”jenis benih” yang ditaburkan.

Friday, July 29, 2011

Orang pintar vs Orang bodoh

1. Orang bodoh sulit dapat kerja, akhirnya dia bisnis. Agar bisnisnya berhasil, tentu dia harus rekrut orang Pintar. Walhasil Bosnya orang pintar adalah orang bodoh.

2. Orang bodoh sering melakukan kesalahan, maka dia rekrut orang pintar yang tidak pernah salah untuk memperbaiki yang salah. Walhasil orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk keperluan orang bodoh.

3. Orang pintar belajar untuk mendapatkan ijazah untuk selanjutnya mendapatkan kerja. Orang bodoh berpikir secepatnya mendapatkan uang untuk membayari proposal yang diajukan orang pintar.
4. Orang bodoh tidak bisa membuat teks pidato, maka disuruh orang pintar untuk membuatnya.

5. Orang Bodoh kayaknya susah untuk lulus sekolah hukum (SH). oleh karena itu orang bodoh memerintahkan orang pintar untuk membuat undang-undangnya orang bodoh.

6. Orang bodoh biasanya jago cuap-cuap jual omongan, sementara itu orang pintar percaya. Tapi selanjutnya orang pintar menyesal karena telah mempercayai orang bodoh. Tapi toh saat itu orang bodoh sudah ada di atas.

7. Orang bodoh berpikir pendek untuk memutuskan sesuatu di dipikirkan panjang-panjang oleh orang pintar, walhasil orang orang pintar menjadi staffnya orang bodoh.

8. Saat bisnis orang bodoh mengalami kelesuan, dia PHK orang-orang pintar yang berkerja. Tapi orang-orang pintar DEMO, Walhasil orang-orang pintar "meratap-ratap" kepada orang bodoh agar tetap di berikan pekerjaan.

9. Tapi saat bisnis orang bodoh maju, orang pinter akan menghabiskan waktu untuk bekerja keras dengan hati senang, sementara orang bodoh menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan keluarganya.

10. Mata orang bodoh selalu mencari apa yang bisa di jadikan duit. Mata orang pintar selalu mencari kolom lowongan perkerjaan.

11. Bill gate (Microsoft), Dell, Hendri (Ford), Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong (BCA group) adalah orang-orang Bodoh (tidak pernah dapat S1) yang kaya. Ribuan orang-orang pintar bekerja untuk mereka. Dan puluhan ribu jiwa keluarga orang pintar bergantung pada orang bodoh.

12. Orang bodoh sok pinter, dan orang pinter dibodoh-bodoh in.

Penyebab Kemiskinan


Manusia seringkali terlalu menuntut kepuasan dalam realita hidup, membiarkan uang, kekuasaan dan nafsu birahi menggerakkan kita, saling intrik, berebut dan mengambil paksa, perilaku bagai perampok yang kian lama kian menjadi.
Kemiskinan
Manusia lahir dalam dunia fana ini, bagai tertutup sepasang matanya, bagai bermain petak umpet untuk menangkap benda-benda yang diinginkan.
Dalam pengejaran keterikatan ini, dalam kesibukan, sangat sulit untuk bisa mengingat diri kita sebelumnya yang polos, lugu, baik, jujur dan bajik. Tenggelam dan tersesat di dalam hasrat keinginan yang demi ego dan keakuan semata.
Manusia seringkali terlalu menuntut kepuasan dalam realita hidup, membiarkan uang, kekuasaan dan nafsu birahi menggerakkan kita, saling intrik, berebut dan mengambil paksa, perilaku bagai perampok yang kian lama kian menjadi.

Meski memiliki penampilan luar seperti seorang priayi, tutur kata sangat beradab, tetap juga tidak bisa ditemukan sikap anggun bermoral seorang budiman sejati.
Saya mendadak menyadari apa yang disebut sebagai “kemiskinan”. Kehabisan uang dan kekurangan materi dalam kehidupan, bukanlah kemiskinan yang sebenarnya. Pengurasan, kerusakan dan kebobrokan jiwa barulah merupakan kemiskinan yang tak dapat diukur.
Seseorang demi mendapatkan yang diinginkan, lalu melakukan penipuan, pencurian, perampokan dan pembunuhan. Orang yang berjiwa bejat ini akan kehilangan martabat, kehormatan dan nama baik seorang manusia, akan kehilangan simpati dari orang lain. Karena siapa pun juga tidak ingin bergaul dengan seorang berandal.
Meski berandal tersebut berpakaian perlente, berpenampilan anggun, juga tidak akan bisa menutupi kebrutalan dan kekejaman mereka. Bila hanya melihat atau menilai dari penampilan luar, tidak mementingkan moral yang terkandung dalam hati manusia, penilaian yang demikian ini merupakan suatu kesedihan karena manusia sudah tidak mengerti bahwa dirinya telah tersesat!
Kepercayaan atau keyakinan membuat kita mengerti akan kehidupan, mengerti bahwa manusia mempunyai nasib keberuntungan, manusia mengalami reinkarnasi, nasib manusia ditentukan oleh balasan karma baik dan jahat.
Kebahagiaan dalam hidup adalah hasil dari perilaku kita yang mementingkan moral dan melakukan kebaikan.
Manusia mengejar kekuasaan, uang, cinta dan kebahagiaan dalam hidup. Hal itu tidak salah, tetapi harus dilakukan dengan jalan kebajikan dan kebaikan, karena balasan dari kebaikan itu adalah kebaikan juga, dengan demikian barulah benar-benar memiliki kebahagiaan yang sebenarnya.Sebaliknya, balasan dari kejahatan itu adalah kejahatan pula, bagaimana mungkin bisa mendapatkan kebahagiaan dalam hidup

Wednesday, July 27, 2011

Ilmu Management dari Yesus

Dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh, 
Yesus menunjukkan tentang pentingnya mempersiapkan diri. Bila diterapkan dalam dunia usaha,
gadis-gadis yang bodoh, yang tidak mempersiapkan cadangan minyak ketika menantikan sang pengantin, adalah gambaran bisnis yang direncanakan tanpa mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terburuk. Akibatnya sangatlah fatal. Pintu peluang yang sudah ada di depan mata pun tertutup. Bahkan saat mereka berpikir bahwa mereka bisa menggantungkan diri pada pertolongan teman-temannya, ternyata itu juga tidak terjadi. Ini adalah prinsip yang penting dalam dunia kerja, jangan biasakan bergantung pada pertolongan atau janji-janji yang mungkin pernah diucapkan seseorang dalam masa normal. Karena, ketika situasi sudah sama-sama kritis, jarang ada orang yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain diatas kepentingan dirinya sendiri.

Seni Perencanaan

    Menyiapkan Diri Sendiri
    Dalam perumpamaan tentang gadis-gadis yang bijaksana dan gadis-gadis yang bodoh, Yesus menunjukkan tentang pentingnya mempersiapkan diri. Bila diterapkan dalam dunia usaha, gadis-gadis yang bodoh, yang tidak mempersiapkan cadangan minyak ketika menantikan sang pengantin, adalah gambaran bisnis yang direncanakan tanpa mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang terburuk. Akibatnya sangatlah fatal. Pintu peluang yang sudah ada di depan mata pun tertutup. Bahkan saat mereka berpikir bahwa mereka bisa menggantungkan diri pada pertolongan teman-temannya, ternyata itu juga tidak terjadi. Ini adalah prinsip yang penting dalam dunia kerja, jangan biasakan bergantung pada pertolongan atau janji-janji yang mungkin pernah diucapkan seseorang dalam masa normal. Karena, ketika situasi sudah sama-sama kritis, jarang ada orang yang lebih mengutamakan kepentingan orang lain diatas kepentingan dirinya sendiri.

    Berpikir Untuk Berhasil
    Perumpamaan tentang talenta menunjukkan seseorang yang terlalu takut mengambil resiko. Apa yang lebih dilihat oleh pekerja yang menerima satu talenta hanyalah bayangan kegagalan, padahal ia belum mengerjakan apa-apa. Sebaliknya, pekerja lain yang menerima lima dan dua talenta berani menjalankan modalnya. Padahal jika saja mereka memiliki mentalitas yang sama dengan pekerja yang memiliki satu talenta, tentu mereka akan lebih takut melangkah karena tanggung jawab yang mereka punya lebih besar. Untunglah mereka berdua lebih mengutamakan keberhasilan dan bukan kegagalan. Demikian pula dalam dunia kerja, jangan takut gagal hanya karena modal kecil, tetaplah berpikir untuk berhasil.

    Rencana Yang Jelas
    Rencana Yesus dalam karya pelayanan-Nya di dunia sangatlah jelas: untuk melakukan karya penebusan dan menggenapi janji Bapa. Menghadapi setiap tantangan, baik dari orang Farisi dan pemimpin Yahudi yang menolak-Nya maupun dari murid-Nya sendiri, Yesus tetap berjalan terus, konsisten pada rencana dan visi-Nya. Dalam dunia kerja, rencana sangat menentukan. Meski demikian, masih banyak usaha yang dimulai tanpa memiliki rencana yang pasti dan bersifat jangka panjang. Karena itu, tentukan rencana jangka panjang anda sekarang. Tetaplah setia padanya karena hal itu akan sangat berguna saat tantangan mulai menghadang.

    Tidak Bergantung pada Materi Saja
    Meskipun pelayanan Yesus pun memerlukan sokongan keuangan yang di antaranya diusahakan oleh Yohana Istri Khuza bendahara Herodes, suzana dan banyak perempuan lain (Lukas 8:3) dan diatur oleh Yudas Iskariot (Yohanes 12:6), akan tetapi kita juga melihat bagaimana merka kehabisan roti, bahkan Yesusu mengatakan bahwa Ia tidak punya tempat untuk meletakkan kepala-Nya. Meski demikian, semua itu tidak menyurutkan pelayanan-Nya. Ia mengajarkan bahwa manusia hidup bukan hanya dari roti. Suka atau tidak suka, kita harus menerima itu sebagai kebenaran dan ajaran ilahi. Merintis karir dalam bisnis mungkin sering diasosiasikan hanya tentang uang, modal, keuntungan, dll. Padahal semua itu pun tidak menjamin kesuksesan usaha. Ada banyak hal selain materi seperti kemampuan membaca situasi, kejujuran, intergritas, dan tentu saja iman kepada Tuhan Sang Pemberi berkat, semua itu adalah hal-hal yang tak kalah penting untuk diperhatikan dalam usaha.


Seni Berkomunikasi 

    Menerapkan Komunikasi Pribadi
    Yesus adalah seorang pengkhotbah yang baik, terbukti begitu banyak orang selalu tertarik mendengarkan kata-kata-Nya. Meski demikian, ia juga selalu menerapkan komunikasi secara pribadi dengan orang-orang tertentu, tentang hal-hal khusus, seperti dengan perempuan Samaria, dengan Nikodemus, atau dengan murid-murid seperti Petrus, Yohanes dan Yakobus. Ini penting, karena kapasitas setiap orang berbeda-beda. Kita juga tentu memiliki pandangan mengenai mana saja orang-orang yang sesuai untuk menerima tugas, petunjuk, tanggung jawab atau kepercayaan khusus dari kita. Dengan menerapkan komunikasi pribadi, terutama untuk hal-hal penting, hal itu akan lebih efektif dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.

    Jangan Gemar Berjanji Muluk
    Dalam mengajarkan tentang kerajaan Surga, Yesus tidak lantas memberikan janji-janji muluk, namun Ia justru menyatakan bahwa jalannya sempit dan berbatu-batu. Yesus bukan menakut-nakuti, namun juga tidak mengobral janji, Ia menyatakan apa adanya. Janji Yesus memang adalah kehidupan kekal dan keselamatan, akan tetapi semua itu memerlukan perjuangan. Dalam bisnis, godaan untuk melebih-lebihkan kenyataan yang ada mungkin sangat kuat. Mungkin dalam merekrut karyawan, dalam menyajikan presentasi pada klien atau pada atasan kita sering memberikan janji atau pernyataan yang membesar-besarkan realita yang ada. Hal itu adalah kebiasaan yang berbahaya. Jika klien, karyawan atau atasan kita melihat kenyataan ternyata tidak sesuai yang dijanjikan, kredibilitas anda justru yang akan terancam. Komunikasi yang persuasif (meyakinkan) bukanlah yang bombastis.


Seni Menciptakan Kegembiraan Kerja

    Apresiasi dan Terima Kasih
    Jangan pernah lupa untuk mengucapkan terima kasih atau memberikan apresiasi pada rekan kerja kita. Yesus selalu menyatakan syukur pada Bapa-Nya atas semua hal. Dilain kesempatan, ia juga menyatakan apresiasi pada wanita yang mengurapi-Nya dengan minyak wangi. Apresiasi atau paling tdak ucapan terima kasih memang kedengarannya hanya hal kecil, akan tetapi jangan pernah meremehkan dampak darinya.

    Bukan Untuk Mengejar Kedudukan
    Para murid sering meributkan siapa yang terbesar di antara mereka. Kita juga melihat ibu Yohanes dan Yakobus yang meminta agar Yesus menjamin kedudukan terhormat bagi kedua putranya saat Ia mendirikan Kerajaan-Nya. Akan tetapi Yesus berulang kali menekankan bahwa siapa yang ingin menjadi yang terbesar adalah yang mau melayani sesamanya. Situasi penuh persaingan demi mengejar kedudukan memang bisa membawa akibat negative dalam atmosfer kerja. Bahkan, tak jarang kondisi itu sengaja dimunculkan dengan harapan akan tercipta kompetisi untuk melakukan yang terbaik. Akan tetapi, kita melihat di sini bahwa kompetisi bagaimanapun juga harus tetap memerhatikan jalur dan tetap mengembangkan rasa saling hormat antara satu dengan yang lain. Karena itu, menjadi tugas anda menciptakan situasi yang lebih kondusif, di mana staf bisa saling menghargai dan membantu satu sama lain.

    Rehat
    Dalam masa-Nya yang begitu singkat, Yesus masih menyempatkan diri untuk beristirahat. Demikian pula, kinerja akan lebih efektif dan terjaga jika ada waktu cukup untuk beristirahat dan menenangkan pikiran bagi semuanya.


Seni Membina Bawahan

    Training
    Yesus tidak hanya mengajar atau memberikan teori kepada murid-murid-Nya. Ia juga memberikan training lapangan saat mengutus tujuh puluh murid agar pergi berdua-berdua untuk mendahului Dia ke kota yang akan Ia kunjungi (Lukas 10:1-12). Pengalaman itu pun membawa hasil yang luar biasa dan kelak akan sangat berguna saat para murid benar-benar memberitakan Injil ke seluruh dunia. Membina bawahan dengan menyediakan training mungkin sedikit merepotkan kita. Tentu saja, sebagai manusia kita lebih ingin bawahan yang sudah siap, sudah jadi, dan memahami semua maksud kita. Tapi, menunggu bawahan yang seperti itu hanya akan membuat kita tidak bekerja dengan siapa-siapa. Jika ingin mendapatkan bawahan yang berkembang dan bisa bekerja sama dengan kita, lakukanlah training yang terarah, intensif dan tepat sasaran.

    Menegur
    Mampukah kita menegur atau memberikan kritik pada bawahan kita yang terbukti salah tanpa membuatnya sakit hati dan meninggalkan kita? Yesus pun pernah menegur murid-murid-Nya. Misalnya ketika mereka ragu dengan kuasa Allah, ketika mereka mulai merasa tinggi hati, dsb. Satu hal yang di tampakkan di sini adalah Yesus menegur (bahkan dengan keras), hanya ketika Ia melihat para murid mulai melangkah ke luar batas. Teguran itu pun dipakai demi itikad baik, yaitu untuk mengembalikan mereka kembali ke jalur yang benar. Selain itu, Yesus pun menegur dengan penuh pertimbangan kedekatan (berapa lama Ia tinggal bersama) antara Ia dan murid-muridnya (Markus 9:19). Menegur memang penting, tetapi ada aturannya sendiri. Tegurlah dengan maksud, cara dan pertimbangan yang tepat.

    Membagikan Kemenangan
    Yohanes Pembabtis adalah seorang yang pernah dipuji di depan umum dengan berlimpah-limpah oleh Kristus (Matius 11:2-19). Di sini kita bisa melihat bagaimana Yesus yang ketika itu mulai dikenal oleh banyak orang membagikan kemenanga-Nya pada Yohanes yang menjadi pembuka jalan bagi Dia. Demikian pula kita hendaknya juga selalu memastikan bahwa kita tidak lupa untuk membagikan kemenangan atau hasil yang kita peroleh dengan staf kita, atau dengan mereka yang ikut berkontribusi dalam kesuksesan itu. Kebiasaan ini adalah bukti bahwa kita tidak melupakan jasa mereka, meskipun mungkin sudah ada penghargaan (misalnya penghargaan berupa materi), namun pengakuan secara lisan juga jangan sampai di lupakan.

    Membela Bawahan Anda
    Untuk melakukan ini, intinya adalah kesadaran bahwa anda dan bawahan anda dan bawahan anda adalah tim. Membela bawahan bukan berarti kita selalu membenarkan bawahan kita. Sebagai bagian dari tim, kesalahan bawahan adalah kesalahan anda juga. Yesus pun mempraktekkan ini dalam menanggapi kritik orang Farisi pada para murid-Nya yang memetik gandum pada hari Sabat (Matius 12:1-8). Sebagai pemimpin, Yesus menunjukkan kesetiakawanan yang besar pada para murid-Nya. Ia tahu bahwa orng Farisi mengkritik murid-murid dengan tujuan untuk menjatuhkan Dia. Artinya, Yesus sadar bahwa sebagai tim, semua saling berhubungan.  Namun, jika memang harus ada konsekuensi yang harus di tanggung si bawahan yang melakukan kesalahan (misalnya harus lembur untuk memperbaiki), itu lebih baik diselesaikan dalam lingkup internal tanpa perlu dibesar-besarkan.


Seni Menjalin Hubungan

    Humas Yang Baik
    Memakai istilah dunia bisnis, siapakah tokoh Alkitab yang bisa dikatakan sebagai humasnya Yesus? Jawabannya adalah Yohanes Pembabtis. Yohanes yang disebut sebagai pembuka jalan bagi Yesus adalah orang yang mewartakan kedatangan sang Mesias yang datang dalam rupa manusia. Hasilnya pun sangat memuaskan, banyak orang pun mengetahui kabar tentang Yesus di antaranya lewat Yohanes Pembabtis. Beberapa “strategi huma” yang ia pakai seperti pengaturan waktu yang tepat, pemilihan kata-kata dan referensi yang kuat telah membentu masyarakat dalam menyerap citra Sang Mesias yang puncaknya terjadi saat Yesus benar datang dan dibaptis oleh Yohanes. Satu hal yang tak kalah penting adalah bahwa Yohanes tidak membesar-besarkan apalagi menipu dalam mewartakan sang Mesias. Ini penting dalam kehumasan bisnis kita, membangun citra usaha kita memang memerlukan seni tersendiri, tapi itu tidak berarti menipu diri atau membesar-besarkan.

    Makan Bersama
    Dalam Alkitab, kita sering mendapati Yesus memanfaatkan acara makan bersama dalam melayani. Ia misalnya, makan dengan para pemungut cukai, dengan Zakheus, bahkan murid-murid-Nya pun baru menyadari kehadiran Yesus dalam tubuh setelah bangkit, dalam sebuah acara makan bersama ketika Ia memecah-mecahkan roti (Lukas 24:30). Tak heran, banyak perjanjian bisnis pun dilakukan di meja makan. Namun, kita mungkin sering mengabaikan pentingnya acara makan bersama ini. Kita mungkin lebih senang makan siang di depan meja sendiri ketimbang bersama staf lain. Padahal, momen itu adalah momen yang baik untuk mengembangkan komunikasi yang lebih dekat, secara lebih terbuka dan santai.


Seni Manajerial

    Tanggap Bereaksi
    Yesus mengajarkan kita untuk tanggap bereaksi. Ia segera bertindak saat ada yang membutuhkan pertolongan, Ia segera mengulurkan tangan sebelum Simon Petrus tenggelam saat berjalan di atas air, Ia juga mengajarkan para murid untuk segera meninggalkan kota yang memang menolak pemberitaan Injil dengan istilah “mengibaskan debu” (Matius 10:14). Sikap tanggap dalam bereaksi adalah syarat penting dalam bisnis. Memang kita tidak memiliki kuasa atau hikmat seperti Yesus, akan tetapi kita seringkali juga mendapati bahwa ada kerugian atau kegagalan tertentu yang sebenarnya bisa dihindari jika saja kita tanggap. Akan tetapi, sikap keras kepala, suka menganggap enteng, terlalu percaya diri, bahkan takut atau malas bertindak sering menjadi penyebab kenapa kita terlambat bereaksi.

    Evaluasi
    Yesus juga menerapkan proses evaluai terhadap murid-murid-Nya (misanya di Matius 13:51), Ia memastikan bahwa para murid mengerti apa yang Ia ajarkan. Evaluasi ini perlu di jalankan secara terus menerus dan rutin. Dengan evaluasi, kita akan dapat mengukur sejauh mana tujuan perusahaan dan tim kita berjalan. Tanpa evaluasi, jangan heran jika masing-masing seakan bisa berjalan sendiri-sendiri dan membingungkan anggota tim anda. Evaluasi ini di lakukan lewat pertanyaan-pertanyaan. Tujuan dari pengajuan pertanyaan ini tentu baukan untuk mencari jawaban yang benar, akan tetapi pertanyaan itu adalah alat untuk mengukur sejauh mana pemahaman dan kesesuaian visi antara tim/karyawan dengan perusahaan.

    Delegasi
    Di Alkitab, kita sering melihat Yesus mendelegasikan tugas pelayana-Nya pada para murid. Ia misalnya mengutus beberapa murid untuk mendahului ke kota yang akan Ia kunjungi )Matius 26:18). Selain itu, para murid pun juga memiliki tugas ikut melayani doa kesembuhan (Matius 17:16). Ini membuktikan betapa pentingya delegasi tugas itu. Jika Tuhan yang berkuasa dan Maha Hadir pun suka mendelegasikan tugas, apalagi kita. Mungkin ada kekhawatiran bahwa tugas yang kita delegasikan tidak dapat diselesaikan dengan baik, tapi itupun dialami Yesus. Akan tetapi, Ia tidak kapok karena tahu bahwa pendelegasian tugas itu sangat bermanfaat untuk masa mendatang.

    Time Management
    Yesus selalu menekankan pada pemanfaatan waktu semaksimal mungkin. Berulang kali Ia menyatakan bahwa “waktunya sudah dekat…” atau “waktu-Ku belum tiba…” Inilah yang menyebabkan ada kalanya Ia bersegera, tapi pernah juga misalnya ketika Lazarus sakit Ia seakan menunggu sehingga terkesan “sudah terlambat” (Lazarus meninggal). Namun, kita pun melihat sendiri bahwa ternyata itu dilakukan demi sesuatu yang lebih besar lagi. Manajemen waktu adalah mutlak. Belajar dari Yesus, kita melihat bahwa Ia selalu mengatur waktu-Nya sedemikian rupa sehingga setiap karya yang Ia lakukan dapat membawa dampak yang maksimal. Ia tidak terlalu cepat dan tidak terlambat. Dalam bisnis, kita misalnya perlu mepertimbangkan kapan sebuah produk sebaiknya diluncurkan, atau kapan sebuah kabar buruk bisa disampaikan, bagaimana mengefektifkan waktu dengan memperhitungkan sumber daya dan kesulitan proyek yang akan dijalankan, dsb.

    Fokus
    Matius 6:24 menyatakan dengan jelas “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain.” Di masa kini, kita mengistilahkan nasihat ini dengan sebutan “fokus”. Dalam dunia bisnis, focus yang jelas tentu saja penting. Godaan untuk mengambil semua tawaran yang ada memang selalu ada. Akan tetapi, kita bisa belajar dari sini bahwa kita perlu melihat kepada sejauh mana kemampuan diri kita sendiri. Sementara terkait dengan mengabdi pada dua tuan ini, jika anda adalah seorang manajer mungkin anda pun sering tergoda untuk memberikan dua tugas berbeda kepada satu karyawan. Namun, banyak contoh menunjukkan bahwa sering juga hal seperti itu justru membuat kinerja karyawan menjadi tidak maksimal. Karena itu, belajarlah dari kebijaksanaan nasihat Yesus ini.

    Memperhatikan Keluarga
    Meskipun yesus pernah mengatakan bahwa orang yang mengikut Dia harus rela meninggalkan keluarganya. Akan tetapi, Yesus terbukti sangat memerhatikan keluarga murid-murid-Nya. Ia misalnya menyembuhkan ibu mertua Petrus, penyebutan nama murid-Nya dengan si A anak B, dsb. Juga adalah bukti bahwa Ia tidak melupakan keluarga murid-Nya. Sebagai staf atau manajer, kita pun perlu menyadari bahwa seseorang tak bisa dilepaskan dari keluarganya. Karena itu, memberikan perhatian seperti mengunjungi jika ada anggota keluarga rekan kerja yang meninggal, jika ada staf yang melahirkan, menikah, dsb. Tidak bisa disepelekan. Perhatian seperti itu sangat dibutuhkan oleh mereka yang bekerja bersama dengan kita.


Seni Kepemimpinan

    Servant Leadership
    Kepemimpinan yang melanyani (servant leadership) adalah cirri kahas kepemimpinan Yesus. Jika dunia mengajarkan bahwa menjadi terdepan dan nomor satu adalah segalanya, Yesus mengajarkan bahwa kepemimpinan harus mendahulukan kepentingan orang lain. Sebagai seorang pemimpin, kita pun harus dapat melihat kepentingan bawahan danjuga pelanggan terlebih dulu. Tentu ini tidak berarti kita mengubah diri kita menjadi pribadi yang mudah disetir orang lain. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang memperhatikan kepentingan yang lebih luas, ia bukan pemipin yang menuntut agar bawahan bekerja maksimal namun dirinya sendiri harus berkorban seminimal mungkin. Sebaliknya, ia akan mengusahakan keuntungan bagi semua pihak. Jika sebagai pemimpin kita mengutamakan bawahan atau langganan, loyalitas otomatis akan muncul, dan disaat-saat genting pun, loyalitas inilah yang akan menyelamatkan perusahaan.

    Tidak Mabuk Pujian
    Dalam beberapa kesempatan, Yesus terlihat menegur orang-orang yang memuji-Nya, namun Ia tahu bukan dengan ketulusan. Ketika seorang pemuda kaya menyebut-Nya “baik: (Lukas 18:18), Ia justru menolak sebutan itu. Demikian pula ketika Ia mendengar “ikrar kesetiaan” Petrus (Yohanes 13:37). Bukan berarti Yesus selalu sinis dengan pujian. Ia pun menerima pujian, tapi yang disampaikan dengan ketulusan tanpa maksud tersembunyi. Pemimpin yang sedang sukses seringkali rentan dengan pujian ini. Memiliki mitra kerja yang “yes man” atau ABS mungkin ‘menyenangkan’, tapi itu juga adalah seperti menyimpan bom waktu dalam saku. Miliki kemampuan membedakan pujian tulus dan pujian yang hanya ditujukan untuk menjilat.

    Regenerasi
    Siapa yang tak suka berkuasa? Namun, seorang pemimpin sejati bukanlah orang yang berusaha memegang kekuasaanselama mungkin. Ia akan menyiapkan pengganti, mempersiapkan dan berani memberi kepercayaan pada kader-kader muda yang bisa memimpin dan mengembangkan organisasi dengan baik. Sejak awal, Yesus telah memilih 12 murid yang mungkin saja sederhana, tapi dengan system kaderisasi yang sangat baik, kita pun bisa melihat hasilnya kini.

    Jadilah Inspirasi
    Ada banyak pemimpin, namun sedikit saja yang mampu menjadi inspirasi. Yesus adalah salah satu inspirasi kepemimpinan sepanjang masa. Jika tidak, kita tidak akan mengenal para martir, orang-orang yang rela menyerahkan nyawanya untuk pemberitaan Injil, sama seperti yang diteladankan Kristus. Kita juga tak akan pernah melihat perkembangan gereja Tuhan yang terus mempertahankan eksitensinya selam ribuan tahun. Jadi, seperti apakah pemimpin yang inspiratif itu? Pemimpin inspiratif adalah pemimpin yang berintegritas. Ia adalah pemimpin yang benar-benar mengetahui apa yang dikatakannya, dan ia juga mempraktikkan apa yang ia katakan. Bahkan tak Cuma itu, selain mengerjakan tanggung jawabnya sendiri, ia juga akan selalu memberi dorongan dan motivasi bagi orang lain untuk berusaha agar dapat mencapai kesuksesan. Artinya, ia juga tidak pelit membagi ilmunya. Hal ini bisa terjadi kerena pemimpin itu tahu bahwa peranannya bukan hanya dalam perusahaan atau organisasinya saja. Sebagai pemimpin dan manusia, ia tahu bahwa ia punya peran dalam masyarakat, bahwa ada tanggung jawab untuk menjadikan dunia dan kehidupan yang lebih baik.


Seni Menghadapi Masalah

    Selalu Siap
    Yesus berulang kali menyatakan tentang kematian-Nya atau tentang puncak tugas-Nya yaitu salib. Meski sering kali murid-murid-Nya tidak mengerti bahkan tidak suka jika Gurunya berbicara seperti itu. Akan tetapi, hal itu dilakukan Yesus agar murid-murid dan termasuk Diri-Nya sendiri siap untuk menghadapi masa-masa sulit yang akan segera datang. Hal sama juga harus kita terapkan dalam pekerjaan kita. Walaupun usaha kita saat ini mungkin sedang mengalami masa keemasan (ingat, beberapa saat sebelum Ia disalibkan. Yesus justru mengalami ‘masa keemasan’ saat Ia dieluk-elukan sebagai raja), jangan sampai itu membuat kita terlalu terhanyut dan membuat kesepakatan atau rencana yang terlalu bombastis, tanpa mempertimbangkan sumber daya atau resiko yang mungkin ada.

    Tenang
    Ketika badai menghantam kapal yang Ia dan para murid di tumpangi, bahkan ketika para prajurit datang untuk menangkap dan menyalibkan-Nya, Yesus justru tetap tenang. Meski demikian, ketenangan-Nya juga tidak berarti pasif, Ia tidak berbuat apa-apa. Denganketenangan, Ia kemudian meghardik badai, dan dengan tenang Ia menyembuhkan telinga Malkhus yang dipotong Petrus serta menyerahkan Diri-Nya agar rencana Allah digenapi. Bagaimana dengan sikap diri kita saat ada masalah mengancam? Apakah kita terbiasa panik, berteriak-teriak, main perintah sana-sini, atau dapatkah kita tetap tenang, bahkan menyempatkan diri untuk membawa masalah itu dalam Doa? Belajarlah dari Yesus, meskipun kita juga melihat bahwa Ia sendiri memang takut menghadapi penyaliban, namun Ia tetap tenang berjaga-jaga dan berdoa.

    Jangan Terlalu Khawatir
    Yesus memang tidak mengajarkan agar kita bersantai-santai saja dalam menjalani hidup, Ia berulang kali mengatakan agar kita selalu berjaga-jaga. Akan tetapi, disaat bersamaan Ia juga berkata “janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri” (Matius 6:34). Banyak orang yang selalu khawatir pada urusan besok. Bagaimana jika situasi ekonomi memburuk setelah pemilu? Bagaiman jika usaha saya gagal bersaing? Bagaimana dengan presentasi besok? Bagaimana jika laporan belum siap saat deadline? Kekhawatiran sama sekali tidak membantu persiapan diri anda. Sebaliknya, manfaatkan waktu (misalnya setelah pulang kerja) lebih untuk istirahat, menenangkan pikiran, dan memantapkan diri anda.

    Konflik Harus Segera Diselesaikan
    “Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan..” (Matius 5:25). Konflik bukanlah hal yang tabuh, tetapi jangan sampai hal itu dibiarkan berlarut-larut. Ketika murid-murid bertengkar tentang siapa yang terbesar di antara mereka, Yesus pun segera turun tangan agar masalah yang mungkin saja tampak tidak begitu penting (namun berpotensi menimbulkan perpecahan) itu tidak berlarut-larut. Kita mungkin sering mengalami konflik atau perbedaan pendapat dengan rekan sekerja kita. Mengutarakan pendapat masing-masing, di satu sisi memang bermanfaat agar kesepakatan dan hubungan saling melengkapi dapat tercipta. Namun, tak jarang konflik juga menimbulkan kepahitan (untuk pihak yang merasa ‘dikalahkan’) atau superioritas berlebihan (untuk pihak yang merasa ‘menang’).  Untuk menghadapi masalah itu, apakah posisi kita adalah penengah atau pihak yang berkonflik, pastikan itu segera diselesaikan sesegera mungkin.

Tuesday, July 26, 2011

Jangan suka menghina orang


Beberapa tahun yg lalu ada  seorang gadis berumur 15 tahun bernama Lisa  meninggal gantung diri di rumahnya.Dia seorang gadis yg kesepian  dan tinggal di Singapore. 7 hari setelah kematiannya , kakaknya menemukan buku hariannya di kamarnya. Kakaknya   ingin mengetahui sebab kematiannya.

Berikut adalah isi buku harian tsb:

November 7
Dear Diary, hari ini hari pertama sekolah di River Valley High School . Pada saat aku  masuk kelas,  diejek murid2 cowok yg menyebut aku org aneh. Inilah awal hari sial ku.Kemudian bbrp murid cewek cantik dan populer mendatangi ku dan memperkenalkan diri mereka. Mereka mengatakan aku org terjelek yg pernah mereka temui.aku pun menangis.

aku lalu pulang ke rumah and menelepon Joe. Pikirku  hari ini akan menjadi lbh baik. Namun dia katakan bhw hubungan jarak jauh tidak bisa bertahan ;sekrg dia tingg al di indonesia. Lalu aku  katakan bhw aku mencintainya dan rindu padanya. Tetapi dia mengakui bhw alasan dia pacaran dgn ku adalah krn dia ditantang teman2nya. Dia lalu memutuskan hubungan padahal kami sdh berpacaran selama 2 thn.

November 9
aku sungguh rindu pada Joe. Tapi dia merubah nomor telp-nya shg aku tdk bisa menghubunginya. Hari ini seorang cowok populer mengajak ku ke pesta dansa. Kemudian cewek2 cantik kemarin mengajak ku makan siang bersama. Wow, sungguh menyenangkan !

November 10
aku sdg menangis skrg. Ternyata cowok itu brengsek. Dia menumpahkan minumannya pada baju ku lalu cewek2 itu mengoyak bajuku . Semua org menertawakanku.Lalu nenek memberitakan bhw papa dan mama tabrakan pagi ini dan mrk dlm keadaan kritis. aku tdk sanggup menulis lagi.

November 11
Hari ini Sabtu , nenek n aku di rumah sakit sepanjang malam. Papa meninggal pagi ini. Mama lumpuh seumur hidup. Sewaktu di RS , nenek baru tahu dia diserang kanker perut dan harus dikemoterapi. aku msh tdk percaya Papa sdh meninggal.aku udh capek banget…  menangis…. aku letih…. aku hrs tidur…..

November 12
Papa tdk meninggal ! Tidak mungkin ! Ini semua hanya mimpi, Hidupku sempurna. ..Joe msh mencintaiku n aku tdk bisa menulis lagi. aku udh menagis terlalu lama. aku ingin mati… Bawalah aku….

Keesokan harinya Lisa ditemukan tewas gantung diri dengan tali berwarna kuning.
saat ini aku menulis artikel  ini agar org lain tidak mengalami apa yg dialami lisa.
 Ingatlah semua orang ingin dicintai dan dipeluk setiap hari.
Tidak ada seorang pun di dunia ini yang pantas diejek dan dihina atau disingkirkan, karena keberadaan kita lahir didunia adalah pemberian Tuhan  dan bukan suatu pilihan yang bisa kita pilih.